Marem Sahabat Maumere

Maumere terletak di pulau Flores, propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan salah satu pulau di Indonesia Timur yang berbatasan dengan Sulawesi dan Timor Leste. Perjalanan dari Jakarta memakan waktu hingga 4 jam lebih karena cukup jauh. Berbeda dengan alamnya yang sangat mempesona, penduduk Flores dan Maumere khususnya salah satu yang termiskin di Indonesia. Sebagian masyarakatnya petani sebagian lagi nelayan. Sayangnya di tengah alam yang luarbiasa itu, masyarakatnya masih sangat tertinggal. Mereka hidup miskin dengan minimnya sarana pendidikan dan kesehatan. Yang lebih memprihatinkan adalah para generasi mudanya yang kerap tenggelam dalam minuman keras. Masyarakat Flores umumnya tinggal bersama anjing dan babi yang dengan bebas berkeliaran di halaman rumah mereka. Bahkan kuburan mereka lebih mewah dari rumah mereka yaitu terbuat dari keramik. Anggota keluarga yang masih hidup kerap kali tidur di atas kuburan keramik itu di siang bolong karena mencari hawa sejuk yang keluar dari nisan keramik di tengah udara yang sangat panas.

Umat Islam di Maumere, sangat sedikit, mungkin kurang dari 10%. Dan itupun berasal dari luar Flores yaitu para pendatang dari pulau Jawa dan Sulawesi. Dakwah Islam disana sangat terbatas karena pendidikan yang rendah, kurangnya para ulama dan ustad serta lemahnya sistem dakwah disana. Padahal inilah tempat yang ideal untuk memperluas dakwah Nabi Muhammad saw. Disana hanya ada 5 masjid yang digunakan untuk Shalat Jumat dan kegiatan ibadah yang lain.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pada tanggal 28 Mei 2014 Majelis Rebo Malem (MAREM) berinisiatif untuk menggalang dana untuk melanjutkan pembangunan sebuah pondok pesantren di kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT yang telah bertahun-tahun tertunda pembangunannya karena ketiadaan dana. Jika berdiri maka pondok pesantren tersebut akan menjadi yang pertama di Maumere.

Dengan pembangunan pondok pesantren di kota Maumere, maka diharapakan di masa yang akan datang akan bermunculan para Ad-Da’i Ilallah yang menyebarkan Islam disana. Pembangunan pesantren ini juga telah memperkuat ikatan batin antara Majelis Rebo Malem (MAREM) dengan para ulama di Maumere dan Flores pada umumnya. Pondok Pesantren tersebut nantinya akan dikelola oleh Yayasan Masjid At-Taqwa yang juga mengelola sebuah Masjid dan Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah, sebuah yayasan yang dikelola para ulama di Maumere yang cukup berpengalaman dalam mengelola institusi pendidikan Islam, dan juga dikenal gigih dalam berdakwah.


Download Laporan Keuangan :

Galeri Foto

Catatan Perjalanan Di Bumi Flores

Perjalanan Di Bumi Flores-1


Saat itu pukul 5 sore langit mulai menitikkan airnya perlahan. Aku singgah sejenak di sebuah masjid di tepi laut. Masjid yang usang dan tidak terawat di perkampungan suku Bajo.
Setelah menunaikan Shalat Ashar kupacu motorku ke arah kota Maumere. Ya aku telah berada di Nusa Tenggara Timur, ibukota Kabupaten Sikka yang terletak diujung pulau Flores selama seminggu lebih.

Selengkapnya

Perjalanan Di Bumi Flores-2


Setengah jam kemudian, setelah bukit padang rumput sawah dan laut kulewati, nampak sebuah bangunan dgn kubah diatasnya. Aku lambatkan laju motorku, aku tajamkan lagi penglihatanku dan benar dugaanku. Masjid...iya sebuah masjid berwarna hijau di desa Waturiu di bibir pantai 45 menit naik motor dari Maumere. Aku masuk saat suara azan Maghrib berkumandang.

Selengkapnya

Perjalanan Di Bumi Flores-3(habis)


Sudah seminggu aku berada di Maumere yang cantik alamnya. Kuseka keringatku, udara begitu panas menyengat tubuhku. Maklum hujan jarang turun disini, tidak seperti di Jakarta.
Namun soal kebersihan udara, Jawa tidak ada apa-apanya. Aku hampir-hampir tidak pernah menggunakan cottonbud ku (kapas pembersih telinga).

Selengkapnya